Langsung ke konten utama

Postingan

LMI Sulut Desak TNI/Polri dan Pemerintah Tindak Tegas Preman Pengganggu Kamtibmas

  Manado — Ketua Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Laskar Manguni Indonesia (LMI) Sulawesi Utara (Sulut), Pdt. Hanny Pantouw, meminta pemerintah bersama TNI dan Polri untuk bergerak cepat memberantas aksi premanisme di wilayah Bumi Nyiur Melambai. Ia menegaskan perlunya tindakan hukum yang tegas tanpa pandang bulu terhadap siapa saja yang mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). "Mau dia preman atau pemabuk, kalau sudah mengganggu keamanan, tindak tegas secara hukum. Kami masyarakat pasti mendukung penuh, jangan pernah ragu karena ini demi kepentingan banyak orang," ujar Pdt. Hanny saat diwawancarai awak media, Jumat (19/06/2026). Pdt. Hanny menambahkan bahwa para tokoh agama dan ormas di Sulut memiliki kesepahaman yang sama untuk menjaga wilayah mereka tetap kondusif. Secara khusus, ia meminta Kapolda Sulut dan jajarannya tidak ragu menyapu bersih para perusuh dan preman jalanan demi kenyamanan publik.
Postingan terbaru

Gandeng Generasi Muda, Pemuda Muslimin Sulut Suarakan Pesan Damai dan Rawat Keberagaman

  MANADO  – Momentum menjaga stabilitas daerah terus disuarakan oleh berbagai elemen organisasi kepemudaan di Sulawesi Utara. Kali ini, Ketua Pemuda Muslimin Indonesia Sulawesi Utara, Sdr. Gilang Ramadhan Hiola, angkat bicara mengenai pentingnya konsistensi dalam mengawal Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) serta mempererat tali toleransi di Bumi Nyiur Melambai. Dalam pernyataannya, Gilang menegaskan bahwa predikat Sulawesi Utara sebagai salah satu daerah paling rukun di Indonesia bukanlah sesuatu yang instan, melainkan hasil rawatan bersama dari lintas generasi. Oleh sebab itu, ia mengetuk kesadaran kaum muda untuk menjadi benteng pertahanan dalam menangkal segala potensi perpecahan. "Tanggung jawab menjaga keharmonisan ini ada di pundak kita semua, terutama generasi muda. Kita tidak boleh terlena dengan kedamaian yang ada saat ini. Sebaliknya, kita harus proaktif menghormati setiap perbedaan suku, ras, maupun agama sebagai sebuah kekayaan daerah, bukan pemisah," ...

Sambut Kedatangan UAS, Pdt. Yvonne Awuy Lantu Ajak Pemuka Agama dan Masyarakat Sulut Jaga Kerukunan

Manado – Pdt. Yvonne Awuy Lantu, Ketua Majelis Daerah GPdI Sulut, resmi mengajak seluruh pemuka agama dan masyarakat Sulawesi Utara untuk menggalang kesatuan dan kebersamaan. Ajakan ini disampaikan menyambut rencana kedatangan Ustad Abdul Somad (UAS) di Bumi Nyiur Melambai. “Mari wujudkan Sulut yang aman, damai, sejahtera, dan penuh suka cita,” ujar Pdt. Yvonne, Selasa (12/05/2026). Ia menyambut kedatangan UAS dengan penuh suka cita iman dan berharap ceramah Ustad Abdul Somad membawa berkat bagi semua pendengarnya. “Kita sambut dengan gembira. Jaga keamanan, ciptakan Sulut yang damai,” tambahnya. Pdt. Yvonne juga mengajak masyarakat untuk tetap bersemangat memupuk persatuan sesuai keyakinan masing-masing. “Maju terus, tetap semangat. Kiranya seluruh masyarakat Sulut diberkati Tuhan,” tutupnya.

FKUB Sulut: Pdt. Lucky Rumopa Harap Kedatangan Ustad Abdul Somad Bawa Ketentraman dan Kesejukan bagi Bumi Nyiur Melambai

  Manado – Ketua Forum Kerukunan Antar Umat Beragama (FKUB) Provinsi Sulawesi Utara, Pdt. Lucky Rumopa, mengajak seluruh masyarakat di Tanah Toar Lumimuut untuk terus menjaga kerukunan antar umat beragama. Ajakan ini disampaikannya menyikapi rencana kedatangan Ustad Abdul Somad (UAS) yang akan berceramah di Masjid Ahmad Yani, Manado. Dalam wawancara dengan wartawan, Selasa (12/05/2026), Pdt. Lucky Rumopa menyatakan bahwa FKUB menyambut baik kedatangan UAS. "Kami mengharapkan kiranya kedatangan beliau membawa ketentraman, membawa kerukunan, dan membawa kesejukan di Bumi Nyiur Melambai," ujarnya. Ia juga berpesan agar masyarakat dapat menerima kedatangan Ustad Abdul Somad dengan baik dan bersama-sama menjaga ketertiban serta keamanan selama acara berlangsung. Harapannya, kehadiran UAS dapat membawa kabar suka cita bagi seluruh warga Sulut.

Dukung Kinerja Polri, Pemilik Lambe Turah Official Ajak Seluruh Admin Medsos Sulut Bersatu

Manado – Jansen A. P. Bura, pemilik akun populer Lambe Turah Official, menyatakan dukungan penuh kepada jajaran Polda Sulawesi Utara. Menurutnya, Polri adalah garda terdepan dalam menjaga keamanan, ketertiban masyarakat, dan penegakan hukum di Bumi Nyiur Melambai. “Peran Polri sangat penting untuk menciptakan situasi kondusif,” ujar Jansen, Kamis (07/05/2026). Ia menilai pendekatan humanis yang saat ini dijalankan Polri patut diapresiasi. Tak hanya itu, Jansen secara khusus mengajak seluruh founder dan pemilik akun media sosial besar di Sulut untuk turut mendukung kinerja kepolisian. Ia meminta agar tidak memposting konten provokatif maupun bernuansa SARA. “Kita harus menyaring setiap unggahan demi kenyamanan bersama,” tambahnya. Kolaborasi yang baik, harapannya, akan mewujudkan Sulut yang aman, tentram, dan damai.

Jansen Bura Tegaskan Dukungan untuk Polda Sulut: Stop Konten Provokatif dan SARA!

Jansen A.P. Bura, pemilik akun Lambe Turah Official, secara terbuka mengapresiasi upaya Polda Sulawesi Utara dalam menjaga stabilitas keamanan dan penegakan hukum di wilayah Sulut. Dalam pernyataannya pada Kamis (07/05/2026), ia menekankan pentingnya peran masyarakat digital dalam mendukung tugas kepolisian. "Pendekatan humanis Polri saat ini patut kita dukung. Saya mengajak seluruh founder grup medsos di Sulut untuk menjaga persatuan dan tidak memberikan ruang bagi konten SARA yang bisa memecah belah," ungkap Jansen. Ia berharap melalui kerja sama yang baik antara pegiat media sosial dan Polri, situasi Kamtibmas di Sulawesi Utara tetap terkendali. "Harapannya, sinergi ini melahirkan suasana yang aman, tentram, dan damai untuk kita semua," tutupnya.

Pesan Damai MUI Sulut: Perbedaan Keyakinan Adalah Kekayaan, Bukan Alasan Terpecah Belah

  Ketua Dewan Pertimbangan MUI Sulawesi Utara, KH. Abdul W.A. Gofur, LC, menghimbau masyarakat untuk senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi ditengah dinamika sosial saat ini. Dalam himbauannya, beliau menegaskan bahwa perbedaan keyakinan adalah elemen yang memperkuat persaudaraan, bukan penghalang untuk bersatu. KH. Abdul Gofur mengajak seluruh warga Sulawesi Utara untuk tidak hanya menjadikan "Torang Samua Basudara" sebagai slogan, tetapi sebagai pedoman hidup berdampingan secara damai. Beliau menekankan pentingnya saling menghormati antarumat beragama demi keutuhan bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). "Mari kita rawat kerukunan ini dengan saling memahami. Perbedaan cara beribadah adalah kekayaan kita bersama. Keutuhan bangsa bergantung pada bagaimana kita menghargai satu sama lain tanpa paksaan," pungkas KH. Abdul Gofur dalam pernyataan resminya.