MANADO – Momentum menjaga stabilitas daerah terus disuarakan oleh berbagai elemen organisasi kepemudaan di Sulawesi Utara. Kali ini, Ketua Pemuda Muslimin Indonesia Sulawesi Utara, Sdr. Gilang Ramadhan Hiola, angkat bicara mengenai pentingnya konsistensi dalam mengawal Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) serta mempererat tali toleransi di Bumi Nyiur Melambai.
Dalam pernyataannya, Gilang menegaskan bahwa predikat Sulawesi Utara sebagai salah satu daerah paling rukun di Indonesia bukanlah sesuatu yang instan, melainkan hasil rawatan bersama dari lintas generasi. Oleh sebab itu, ia mengetuk kesadaran kaum muda untuk menjadi benteng pertahanan dalam menangkal segala potensi perpecahan.
"Tanggung jawab menjaga keharmonisan ini ada di pundak kita semua, terutama generasi muda. Kita tidak boleh terlena dengan kedamaian yang ada saat ini. Sebaliknya, kita harus proaktif menghormati setiap perbedaan suku, ras, maupun agama sebagai sebuah kekayaan daerah, bukan pemisah," ungkap Gilang.
Selain menyoroti kerukunan di dunia nyata, Gilang juga memberikan perhatian khusus pada dinamika di ruang digital. Ia mengamati bahwa media sosial kerap menjadi hulu dari munculnya gesekan sosial akibat penyebaran informasi palsu.
“Kami mengimbau seluruh lapisan masyarakat agar lebih cerdas dan bijaksana dalam menyaring informasi di media sosial. Jangan menjadi bagian dari penyebar hoaks atau ujaran kebencian yang dapat merusak stabilitas Kamtibmas yang sudah terjaga dengan sangat baik ini,” tambahnya.
Lebih lanjut, Pemuda Muslimin Indonesia Sulawesi Utara menyatakan komitmen dan dukungan penuhnya terhadap langkah-langkah strategis yang diambil oleh pemerintah daerah, para tokoh agama, serta aparat TNI dan Polri dalam menjaga kondusifitas wilayah. Sinergi kolektif dinilai sebagai kunci utama menghadapi berbagai tantangan sosial ke depan.
"Mari kita jadikan Sulawesi Utara ini sebagai rumah bersama yang aman, ramah, dan penuh semangat gotong royong. Dengan memperkuat persatuan, kita optimis mampu membawa daerah ini menuju kemajuan dan kesejahteraan yang merata," tutur Gilang mengakhiri penyataannya.
Komentar
Posting Komentar