Langsung ke konten utama

Ajak Warga Pelihara Keamanan dan Harmoni, Pdt Regina: Satukan Langkah untuk Kemajuan Daerah

 

Tokoh agama sekaligus Pengurus GMIM Wilayah Kalawat 2, Kabupaten Minahasa Utara, Pdt Regina Budiman, mengajak seluruh masyarakat Sulawesi Utara untuk senantiasa menjaga stabilitas keamanan dan keharmonisan sosial.

“Saudara-saudara yang terkasih, baik jemaat maupun masyarakat Sulut, saya mengimbau agar kita tetap menjaga suasana aman dan rukun. Jangan mudah terprovokasi oleh peristiwa-peristiwa yang terjadi di luar wilayah kita, bahkan di lingkungan sekitar. Fokuslah pada pembangunan daerah dengan semangat kebersamaan dan persatuan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Pdt Regina menegaskan bahwa keberagaman adalah kekuatan, bukan pemicu perpecahan. Ia mengajak masyarakat untuk terus saling menghargai, menjaga rasa hormat satu sama lain, serta memperkuat hubungan sosial yang harmonis.

“Kita telah lama hidup berdampingan dalam damai dan saling menghormati. Ini harus terus kita pelihara sebagai warisan berharga,” tambahnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya tanggung jawab bersama dalam mewujudkan Sulawesi Utara yang lebih baik—daerah yang harmonis, damai, dan sejahtera. Menurutnya, kerja sama, semangat gotong royong, dan toleransi tinggi adalah kunci untuk mencapai tujuan bersama.

“Dengan komitmen dan kesadaran kolektif, saya yakin kita mampu menjaga kerukunan serta menjadikan Sulawesi Utara sebagai teladan dalam merawat keberagaman di Indonesia. Mari kita bangun daerah ini dengan kasih dan semangat persaudaraan demi masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ketua BKPMRI Suyanto Muarif Imbau Warga Sulut Tidak Terprovokasi Paham Radikal

MANADO – Seruan untuk menjaga kerukunan kembali digaungkan Ketua BKPMRI Sulut, Suyanto Muarif. Ia mengajak masyarakat tetap waspada terhadap ancaman paham radikal yang dapat merusak persatuan bangsa. “Sulut sudah terkenal dengan kerukunan antarumat beragama. Jangan biarkan nilai ini pudar hanya karena provokasi segelintir orang,” tegasnya. Muarif juga menekankan bahwa toleransi adalah pondasi yang membuat Sulut aman dan damai.

LMI Sulut Desak TNI/Polri dan Pemerintah Tindak Tegas Preman Pengganggu Kamtibmas

  Manado — Ketua Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Laskar Manguni Indonesia (LMI) Sulawesi Utara (Sulut), Pdt. Hanny Pantouw, meminta pemerintah bersama TNI dan Polri untuk bergerak cepat memberantas aksi premanisme di wilayah Bumi Nyiur Melambai. Ia menegaskan perlunya tindakan hukum yang tegas tanpa pandang bulu terhadap siapa saja yang mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). "Mau dia preman atau pemabuk, kalau sudah mengganggu keamanan, tindak tegas secara hukum. Kami masyarakat pasti mendukung penuh, jangan pernah ragu karena ini demi kepentingan banyak orang," ujar Pdt. Hanny saat diwawancarai awak media, Jumat (19/06/2026). Pdt. Hanny menambahkan bahwa para tokoh agama dan ormas di Sulut memiliki kesepahaman yang sama untuk menjaga wilayah mereka tetap kondusif. Secara khusus, ia meminta Kapolda Sulut dan jajarannya tidak ragu menyapu bersih para perusuh dan preman jalanan demi kenyamanan publik.

Sambut Kedatangan UAS, Pdt. Yvonne Awuy Lantu Ajak Pemuka Agama dan Masyarakat Sulut Jaga Kerukunan

Manado – Pdt. Yvonne Awuy Lantu, Ketua Majelis Daerah GPdI Sulut, resmi mengajak seluruh pemuka agama dan masyarakat Sulawesi Utara untuk menggalang kesatuan dan kebersamaan. Ajakan ini disampaikan menyambut rencana kedatangan Ustad Abdul Somad (UAS) di Bumi Nyiur Melambai. “Mari wujudkan Sulut yang aman, damai, sejahtera, dan penuh suka cita,” ujar Pdt. Yvonne, Selasa (12/05/2026). Ia menyambut kedatangan UAS dengan penuh suka cita iman dan berharap ceramah Ustad Abdul Somad membawa berkat bagi semua pendengarnya. “Kita sambut dengan gembira. Jaga keamanan, ciptakan Sulut yang damai,” tambahnya. Pdt. Yvonne juga mengajak masyarakat untuk tetap bersemangat memupuk persatuan sesuai keyakinan masing-masing. “Maju terus, tetap semangat. Kiranya seluruh masyarakat Sulut diberkati Tuhan,” tutupnya.