Langsung ke konten utama

Sinergi Kuat di Hari Bhayangkara ke-79: Bupati Minsel Harapkan Polri Terus Profesional dan Makin Dicintai Rakyat


Minahasa Selatan – Perayaan Hari Bhayangkara ke-79 yang jatuh pada tanggal 1 Juli menjadi momentum bagi Bupati Minahasa Selatan (Minsel), Franky Donny Wongkar, S.H., untuk menyampaikan apresiasi dan harapannya kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia. Ucapan khusus ditujukan kepada seluruh jajaran Polri, termasuk Kepolisian Resor (Polres) Minahasa Selatan, yang tak henti mengabdi kepada bangsa dan negara.


Dalam pesannya, Bupati Franky Donny Wongkar menggarisbawahi pentingnya peran vital Polri dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban. Beliau berharap, di usia yang semakin matang ini, Polri akan terus berbenah dan meningkatkan kualitasnya.

"Selamat Hari Bhayangkara yang ke-79. Jayalah selalu Polri. Semoga Polri ke depan semakin profesional dan dicintai oleh masyarakat," tegas Bupati Franky Donny Wongkar.


Beliau juga menambahkan bahwa soliditas antara pemerintah daerah, TNI, dan Polri adalah kunci utama dalam mewujudkan pembangunan yang aman dan berkelanjutan di Kabupaten Minahasa Selatan. Harapan ini menjadi pendorong bagi seluruh elemen untuk terus bersinergi demi kemajuan daerah.


Ucapan selamat dari pucuk pimpinan Kabupaten Minsel ini tidak hanya sekadar formalitas, melainkan bentuk pengakuan tulus atas dedikasi tanpa lelah Polri sebagai garda terdepan pelindung dan pelayan masyarakat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ketua BKPMRI Suyanto Muarif Imbau Warga Sulut Tidak Terprovokasi Paham Radikal

MANADO – Seruan untuk menjaga kerukunan kembali digaungkan Ketua BKPMRI Sulut, Suyanto Muarif. Ia mengajak masyarakat tetap waspada terhadap ancaman paham radikal yang dapat merusak persatuan bangsa. “Sulut sudah terkenal dengan kerukunan antarumat beragama. Jangan biarkan nilai ini pudar hanya karena provokasi segelintir orang,” tegasnya. Muarif juga menekankan bahwa toleransi adalah pondasi yang membuat Sulut aman dan damai.

LMI Sulut Desak TNI/Polri dan Pemerintah Tindak Tegas Preman Pengganggu Kamtibmas

  Manado — Ketua Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Laskar Manguni Indonesia (LMI) Sulawesi Utara (Sulut), Pdt. Hanny Pantouw, meminta pemerintah bersama TNI dan Polri untuk bergerak cepat memberantas aksi premanisme di wilayah Bumi Nyiur Melambai. Ia menegaskan perlunya tindakan hukum yang tegas tanpa pandang bulu terhadap siapa saja yang mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). "Mau dia preman atau pemabuk, kalau sudah mengganggu keamanan, tindak tegas secara hukum. Kami masyarakat pasti mendukung penuh, jangan pernah ragu karena ini demi kepentingan banyak orang," ujar Pdt. Hanny saat diwawancarai awak media, Jumat (19/06/2026). Pdt. Hanny menambahkan bahwa para tokoh agama dan ormas di Sulut memiliki kesepahaman yang sama untuk menjaga wilayah mereka tetap kondusif. Secara khusus, ia meminta Kapolda Sulut dan jajarannya tidak ragu menyapu bersih para perusuh dan preman jalanan demi kenyamanan publik.

Sambut Kedatangan UAS, Pdt. Yvonne Awuy Lantu Ajak Pemuka Agama dan Masyarakat Sulut Jaga Kerukunan

Manado – Pdt. Yvonne Awuy Lantu, Ketua Majelis Daerah GPdI Sulut, resmi mengajak seluruh pemuka agama dan masyarakat Sulawesi Utara untuk menggalang kesatuan dan kebersamaan. Ajakan ini disampaikan menyambut rencana kedatangan Ustad Abdul Somad (UAS) di Bumi Nyiur Melambai. “Mari wujudkan Sulut yang aman, damai, sejahtera, dan penuh suka cita,” ujar Pdt. Yvonne, Selasa (12/05/2026). Ia menyambut kedatangan UAS dengan penuh suka cita iman dan berharap ceramah Ustad Abdul Somad membawa berkat bagi semua pendengarnya. “Kita sambut dengan gembira. Jaga keamanan, ciptakan Sulut yang damai,” tambahnya. Pdt. Yvonne juga mengajak masyarakat untuk tetap bersemangat memupuk persatuan sesuai keyakinan masing-masing. “Maju terus, tetap semangat. Kiranya seluruh masyarakat Sulut diberkati Tuhan,” tutupnya.