Langsung ke konten utama

Sinergi Umat dan Polisi: Kunci Keamanan dan Kedamaian dari Ustaz Zamroni Kahn

 


Dalam kehidupan beragama, kita semua diajarkan untuk menjaga ketertiban, kedamaian, dan keamanan di tengah-tengah masyarakat. Di sinilah peran aparat keamanan, khususnya Kepolisian Negara Republik Indonesia, menjadi sangat krusial sebagai garda terdepan dalam menegakkan hukum dan menjaga stabilitas.

Oleh karena itu, Ustaz Zamroni Kahn mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk memberikan dukungan penuh kepada polisi dalam menjalankan tugasnya. Dukungan itu tidak cukup hanya dengan ucapan, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata, seperti mematuhi peraturan, tidak mudah terpancing hoaks atau provokasi, serta ikut menjaga kerukunan antarsesama.

Dalam ajaran agama, taat kepada pemimpin dan ikut menjaga keamanan adalah bagian dari tanggung jawab moral kolektif kita. Ketika aparat bekerja keras menegakkan keadilan, sudah sepatutnya kita menjadi mitra yang mendukung, bukan malah menghalangi atau memperkeruh suasana.

"Mari kita ciptakan lingkungan yang aman, damai, dan harmonis. Dengan sinergi yang kuat antara masyarakat dan kepolisian, kita bisa mewujudkan kehidupan yang lebih baik, penuh berkah, dan bebas dari konflik."

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ketua BKPMRI Suyanto Muarif Imbau Warga Sulut Tidak Terprovokasi Paham Radikal

MANADO – Seruan untuk menjaga kerukunan kembali digaungkan Ketua BKPMRI Sulut, Suyanto Muarif. Ia mengajak masyarakat tetap waspada terhadap ancaman paham radikal yang dapat merusak persatuan bangsa. “Sulut sudah terkenal dengan kerukunan antarumat beragama. Jangan biarkan nilai ini pudar hanya karena provokasi segelintir orang,” tegasnya. Muarif juga menekankan bahwa toleransi adalah pondasi yang membuat Sulut aman dan damai.

LMI Sulut Desak TNI/Polri dan Pemerintah Tindak Tegas Preman Pengganggu Kamtibmas

  Manado — Ketua Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Laskar Manguni Indonesia (LMI) Sulawesi Utara (Sulut), Pdt. Hanny Pantouw, meminta pemerintah bersama TNI dan Polri untuk bergerak cepat memberantas aksi premanisme di wilayah Bumi Nyiur Melambai. Ia menegaskan perlunya tindakan hukum yang tegas tanpa pandang bulu terhadap siapa saja yang mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). "Mau dia preman atau pemabuk, kalau sudah mengganggu keamanan, tindak tegas secara hukum. Kami masyarakat pasti mendukung penuh, jangan pernah ragu karena ini demi kepentingan banyak orang," ujar Pdt. Hanny saat diwawancarai awak media, Jumat (19/06/2026). Pdt. Hanny menambahkan bahwa para tokoh agama dan ormas di Sulut memiliki kesepahaman yang sama untuk menjaga wilayah mereka tetap kondusif. Secara khusus, ia meminta Kapolda Sulut dan jajarannya tidak ragu menyapu bersih para perusuh dan preman jalanan demi kenyamanan publik.

Sambut Kedatangan UAS, Pdt. Yvonne Awuy Lantu Ajak Pemuka Agama dan Masyarakat Sulut Jaga Kerukunan

Manado – Pdt. Yvonne Awuy Lantu, Ketua Majelis Daerah GPdI Sulut, resmi mengajak seluruh pemuka agama dan masyarakat Sulawesi Utara untuk menggalang kesatuan dan kebersamaan. Ajakan ini disampaikan menyambut rencana kedatangan Ustad Abdul Somad (UAS) di Bumi Nyiur Melambai. “Mari wujudkan Sulut yang aman, damai, sejahtera, dan penuh suka cita,” ujar Pdt. Yvonne, Selasa (12/05/2026). Ia menyambut kedatangan UAS dengan penuh suka cita iman dan berharap ceramah Ustad Abdul Somad membawa berkat bagi semua pendengarnya. “Kita sambut dengan gembira. Jaga keamanan, ciptakan Sulut yang damai,” tambahnya. Pdt. Yvonne juga mengajak masyarakat untuk tetap bersemangat memupuk persatuan sesuai keyakinan masing-masing. “Maju terus, tetap semangat. Kiranya seluruh masyarakat Sulut diberkati Tuhan,” tutupnya.