Langsung ke konten utama

Dukung Stabilitas Sulut, HMI Komisariat Hukum Unsrat Ajak Masyarakat Tidak Mudah Terprovokasi

 

Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Hukum Universitas Sam Ratulangi menyampaikan dukungan penuh kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta penegakan hukum di tengah masyarakat.

Kami menilai bahwa peran Polri sangat strategis dalam menciptakan situasi yang kondusif, khususnya di wilayah Sulawesi Utara.

Upaya-upaya yang dilakukan Polri dalam menindak berbagai bentuk pelanggaran hukum, menjaga stabilitas sosial, serta mengedepankan pendekatan humanis patut diapresiasi dan didukung oleh seluruh elemen masyarakat, termasuk kalangan mahasiswa.

Sebagai bagian dari kaum intelektual, HMI Komisariat Hukum Unsrat juga berkomitmen untuk turut serta menjaga keamanan dan ketertiban dengan mengedepankan sikap kritis, konstruktif, dan solutif.

Kami percaya bahwa sinergi antara mahasiswa dan aparat penegak hukum sangat penting dalam membangun kepercayaan publik serta memperkuat supremasi hukum.

Kami juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mendukung kinerja Polri, menjaga persatuan, serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar. Dengan kebersamaan dan kolaborasi, kita dapat menciptakan lingkungan yang aman, damai, dan harmonis.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ketua BKPMRI Suyanto Muarif Imbau Warga Sulut Tidak Terprovokasi Paham Radikal

MANADO – Seruan untuk menjaga kerukunan kembali digaungkan Ketua BKPMRI Sulut, Suyanto Muarif. Ia mengajak masyarakat tetap waspada terhadap ancaman paham radikal yang dapat merusak persatuan bangsa. “Sulut sudah terkenal dengan kerukunan antarumat beragama. Jangan biarkan nilai ini pudar hanya karena provokasi segelintir orang,” tegasnya. Muarif juga menekankan bahwa toleransi adalah pondasi yang membuat Sulut aman dan damai.

LMI Sulut Desak TNI/Polri dan Pemerintah Tindak Tegas Preman Pengganggu Kamtibmas

  Manado — Ketua Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Laskar Manguni Indonesia (LMI) Sulawesi Utara (Sulut), Pdt. Hanny Pantouw, meminta pemerintah bersama TNI dan Polri untuk bergerak cepat memberantas aksi premanisme di wilayah Bumi Nyiur Melambai. Ia menegaskan perlunya tindakan hukum yang tegas tanpa pandang bulu terhadap siapa saja yang mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). "Mau dia preman atau pemabuk, kalau sudah mengganggu keamanan, tindak tegas secara hukum. Kami masyarakat pasti mendukung penuh, jangan pernah ragu karena ini demi kepentingan banyak orang," ujar Pdt. Hanny saat diwawancarai awak media, Jumat (19/06/2026). Pdt. Hanny menambahkan bahwa para tokoh agama dan ormas di Sulut memiliki kesepahaman yang sama untuk menjaga wilayah mereka tetap kondusif. Secara khusus, ia meminta Kapolda Sulut dan jajarannya tidak ragu menyapu bersih para perusuh dan preman jalanan demi kenyamanan publik.

Sambut Kedatangan UAS, Pdt. Yvonne Awuy Lantu Ajak Pemuka Agama dan Masyarakat Sulut Jaga Kerukunan

Manado – Pdt. Yvonne Awuy Lantu, Ketua Majelis Daerah GPdI Sulut, resmi mengajak seluruh pemuka agama dan masyarakat Sulawesi Utara untuk menggalang kesatuan dan kebersamaan. Ajakan ini disampaikan menyambut rencana kedatangan Ustad Abdul Somad (UAS) di Bumi Nyiur Melambai. “Mari wujudkan Sulut yang aman, damai, sejahtera, dan penuh suka cita,” ujar Pdt. Yvonne, Selasa (12/05/2026). Ia menyambut kedatangan UAS dengan penuh suka cita iman dan berharap ceramah Ustad Abdul Somad membawa berkat bagi semua pendengarnya. “Kita sambut dengan gembira. Jaga keamanan, ciptakan Sulut yang damai,” tambahnya. Pdt. Yvonne juga mengajak masyarakat untuk tetap bersemangat memupuk persatuan sesuai keyakinan masing-masing. “Maju terus, tetap semangat. Kiranya seluruh masyarakat Sulut diberkati Tuhan,” tutupnya.