Menyikapi dinamika sosial yang berkembang pesat di ruang digital, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Sulawesi Utara, Pdt. Lucky Rumopa, mengeluarkan seruan penting bagi seluruh masyarakat di Bumi Nyiur Melambai. Beliau menekankan bahwa menjaga kerukunan antarumat beragama bukan sekadar tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab kolektif seluruh tokoh agama dan lapisan masyarakat demi mempertahankan kedamaian di Sulawesi Utara.
Pdt. Rumopa secara khusus menyoroti fenomena media sosial, seperti di grup-grup Facebook, yang belakangan ini kerap menjadi arena dialog panas dan gesekan antarindividu. Beliau menyayangkan munculnya narasi-narasi provokatif yang mulai menyentuh isu sensitif keagamaan. Oleh karena itu, beliau mengimbau seluruh pengurus FKUB dan pimpinan umat untuk turun tangan memberikan edukasi kepada masyarakat luas. Tujuannya agar warga tidak mudah terombang-ambing oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.
"Saya menghimbau agar kita semua tidak mudah terpancing oleh berita-berita hoaks yang sengaja dirancang untuk mengadu domba, terlebih jika sudah menyentuh tema-tema agama," ujar Pdt. Rumopa dalam sesi wawancara dengan awak media pada Jumat (17/04/2026).
Lebih lanjut, beliau menegaskan pentingnya sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan aparat keamanan. Menurutnya, informasi yang akurat adalah senjata utama dalam menghadapi tantangan sosial yang kompleks saat ini. Beliau menutup pernyataannya dengan pesan kuat tentang literasi digital: masyarakat harus cerdas dan bijak dalam menggunakan media sosial agar tidak tersulut oleh narasi sesat yang berpotensi memecah belah rasa persatuan dan kesatuan bangsa yang telah lama terbina dengan harmonis
Komentar
Posting Komentar